Roger Federer menjadi petenis yang paling konsisten sepanjang era Open.
Meskipun sejak menjuarai Grand Slam Australia Terbuka 2010 dia tak
pernah lagi merengkuh trofi paling bergengsi tersebut, tetapi Federer
tak pernah puasa gelar. Dia pun selalu berada di urutan tiga besar.
Apa
rahasia Federer sehingga bisa tetap eksis meskipun sudah berusia 30
tahun, yang secara umum dianggap sudah "senja"? Pemain dengan julukan
FedEx (Federer Express) tersebut mengatakan bahwa kebiasaan makan dan
jadwal bermain yang seimbang, menjadi kunci untuk menjaga kebugaran.
Harus
diakui, Federer termasuk pemain yang paling jarang mengalami cedera
serius. Bandingkan dengan para rivalnya seperti Rafael Nadal dan Novak
Djokovic, yang rentan terhadap cedera. Inilah yang membuat pemain
kelahiran 8 Agustus 1981 tersebut tetap konsisten dalam setiap
penampilan, termasuk menjuarai lima dari tujuh turnamen terakhir yang
diikutinya.
"Saya merasa baik-baik saja selama ini," ujar
Federer, yang tampil rileks dengan pakaian santai, di Indian Wells
Tennis Garden, dalam persiapannya memghadapi pertandingan pertama di
event ATP Tour.
"Saya bermain dengan baik di turnamen dalam
beberapa bulan sekarang, dan tentu saja menyenangkan bisa kembali
menjuarai sebuah turnamen outdoor, tidak itu yang saya butuhkan, tetapi
itu adalah sebuah turnamen besar untuk meraih kemenangan di Dubai."
Pekan
lalu, petenis nomor tiga dunia ini baru saja mengangkat trofi di Dubai
setelah menang 7-5, 6-4 atas petenis nomor empat dunia asal Inggris,
Andy Murray. Itu adalah gelar keduanya pada tahun 2012, dan merupakan
trofi ke-10 untuk ATP World Tour sejak gelar Australia Terbuka 2010.
"Badanku
tetap bertahan dengan baik," jelas superstar Swiss ini. "Jujur, saya
tidak berpikir bahwa diriku sudah habis, tetapi saya baru saja cukup
bermain. Saya harus berhati-hati, bahwa saya melakukan semuanya sekarang
supaya tidak cedera. Saya merasa baik."
Federer, yang
menggenggam trofi Indian Wells sebanyak tiga kali berturut-turut pada
2004-06, mengatakan bahwa dia secara bertahap akan menghentikan kegiatan
olahraga lain ketika semakin tua. Ini dilakukan agar dirinya tetap
bebas dari cedera, demi eksis di tenis.
"Saya telah berbuat
sejumlah kesalahan awal, dan seiring perjalanan waktu, anda tidak
memiliki level energi yang sama," tambah Federer, yang akan bertemu
petenis Rusia, Dmitry Tursunov, atau pemain wildcard Amerika Denis Kudla
pada babak kedua Indian Wells, setelah mendapat bye di babak pertama.
"Terus
bermain ski dan squash, tenis, serta sepak bola, maka anda seperti
'Saya tidak percaya, saya baru saja melakukannya karena lututku terluka
sekarang dan saya tidak bisa bergerak lebih banyak'. Jadi, anda harus
mulai sedikit mengurangi dan mulai hal menarik lain, yang mungkin tidak
terlalu meremukkan badan.
"Dan itulah yang terjadi padaku
sekarang, karena saya tidak banyak melakukan olahraga lain dibandingkan
tenis. Saya hanya mengikuti dan menontonnya," jelas unggulan ketiga di
Indian Wells ini - unggulan utama adalah Djokovic, yang juga juara
bertahan. Jika terus bertahan, maka Federer kemungkinan bertemu unggulan
kedua, Nadal, di semifinal Indian Wells, yang merupakan seri Masters
pertama pada tahun 2012.
Federer, yang sudah merengkuh 16 gelar
grand slam, membuat rekor 237 pekan berturut-turut menjadi pemain nomor
satu dunia. Total, pemain yang akan berusia 31 tahun pada bulan Agustus
ini berada di ranking satu selama 285 pekan - hanya Pete Sampras yang
masih lebih lama seminggu.
Tampil di BeTe KiTa, Dijamin Tidak bete Lagi!
Mau tampil di BeTe KiTa? Gampang.....! Tinggal kirim data informasi dan foto (bila ada) ke e-mail: betekita@yahoo.com. Tampil di BeTe KiTa dijamin bakalan tidak bete lagi. Coba aja.... deh.
Sudah ada tiga orang yang mendaftar menjadi calon Ketua Umum PP Pelti 2012 - 2017. Menurut Anda siapa yang pantas memimpin Pelti.
Kepengurusan PP Pelti 2007-2012 segera berakhir. Bagaimana menurut Anda tenis Indonesia selama 10 tahun ini?
Jumat, 09 Maret 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar